Do you remember the days When we had long long ways to go And you were there for me, As I was there for you to be around The sun was shining brightly Down on us so gently That we thought we could go on Or was Hand in hand, forever and almorn We would run, we'd never have enough Did an angel know when it was time to live Or time to sleep On and on, the hours tick away So the memories can go astray Oh, how I miss the days of golden sun And please, I'd rather be with you I still remember the days When we had long long time to share Until I saw you there Not as tired as I used to feel Hello I said unsurly You smiled a little shyly Soon we knew we would go on Together on a journey to our dreams Hand and hand, forever and almorn We'd run, didn't even care to ask How far away from home We'd have to go On and on, the hours tick away Oh the memories go astray Oh I miss the never-ending road, And sure, I'd rather be with you Sweet summer breeze Or autumn leaves Through winter skys And flowers of spring Friends and their laughter Precious and kind Let them shine like diamonds in my heart All along, I'm here to find the way To what dreams, we used to have before, And I hope to see again Your smiling face along the way somewhere If you hear me calling out today And you see the meaning of it all Come and join me on this way again You know, tomorrow will be there...
Senin, 22 November 2010
Diamonds In My Heart
Sabtu, 13 November 2010
PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS
PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS
§ Pengertian
Produksi adalah pengubahan bahan-bahan dari sumber-sumber menjadi hasil yang diinginkan oleh konsumen. Hasil itu dapat berupa barang ataupun jasa.
Produktivitas adalah sebuah konsep yang menggambarkanhubungan antara hasil (jumlah barang dan jasa yang diproduksi) dengan sumber (jumlah tenaga kerja, modal, tanah, energy, dan sebagainya) yang dipakai untuk menghasilkan hasil tersebut.
§ Produksi
Manager produksi adalah membuat keputusan–keputusan penting untuk mengubah sumber menjadi hasil yang dapat dijual. Keputusan tersebut adalah :
· Keputusan yang berhubungan dengan disain dari system produksi manufaktur.
· Keputusan yang berhubungan dengan operasi dan pengendalian system tersebut baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek.
§ System Produksi Manufaktur
Beberapa keputusan untuk jangka panjang yang menentukan disain system produksi adalah tentang :
- Disain produksi dari barang yang diproduksi
- Pemilihan/penentuan peralatan dan prosesnya
- Disain tugas
- Lokasi dari fasilitas produksi
- Layout dari fasilitas tersebut
Proses pengolahan dapat digolongkan menurut 3 macam cara : (1) sifat dari proses tersebut, (2) jangka waktu produksi, (3) sifat produk yang diproses.
KEGIATAN PRODUKSI
§ Perencanaan Produksi
Fungsi produksi adalah penciptaan barang atau jasa sesuia dengan kebutuhan masyarakat pada waktu harga dan jumlah yang tepat. Perencanaan produksi meliputi keputusan-keputusan yang menyangkut dan berkaitan dengan masalah-masalah pokok yang meliputi :
- Jenis barang yang akan dibuat
- Jumlah barang yang akan dibuat
- Cara pembuatan (pengguanan peralatan yang dipakai).
Perencanaan jenis barang yang akan terdiri4 tahap, yaitu :
- Disain awal
- Disain barang
- Cara pembuatan
- Memodifikasi
§ Organisasi Produksi
Dalam perusahaan manufaktur, tanggungjawab untuk memproduksi barang berada pada Bagian Produksi. Di dalam bagian tersebut terdapat para spesialis yang ahli dalam perencanaan, supervise, atau pelaksanaan tahap-tahap dalam proses produksi.
§ Pengendalian Produksi
pengendalian produksi (production control) merupakan serangkaian prosedur yang bertujuan mengkoordinir semua elemen proses produktif (pekerja, mesin, peralatan, dan material) ke dalam satu aliran dimana aliran tersebut akan memberikan hasil dengan gangguan minimum ongkos terendah, dan kemungkinan waktu tercepat.
§ Pengendalian Persediaan Bahan Baku
Bahan baku merupakan masalah yang cukup dominan di bidang produksi. Persediaan dalam jumlah yang besar mengandung banyak resikoseperti :
a. Resiko hilang dan rusak
b. Biaya pemeliharaan dan pengawasan yang tinggi
c. Resiko using
d. Uang yang tertanam di persediaan terlalu besar
Jumlah persediaan yang tepat dapat ditentukan dengan jalan menghitung jumlah persediaan yang paling ekonomis. Jumlah pemesanan yang ekonomis dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu :
a. Jumlah kebutuhan bahan baku per tahun
b. Biaya pemesanan
c. Biaya penyimpanan dan
d. Harga bahan baku
Jumlah pemesanan yang paling ekonomis dihitung dengan menggunakan rumus :
JPPE = √(2×K×Bp)/(H×Bs)
Keterangan :
JPPE = jumlah pemesanan yang paling ekonomis
K = jumlah kebutuhan bahan baku per tahun
Bp = biaya pemesanan (setiap pesan)
Bs = biaya penyimpanan (dinyatakan dalam %)
H = harga bahan baku per unit
§ Pemeliharaan Peralatan
Kerugian yang diderita oleh perusahaan karena kelalaian mengadakan pemeliharaan peralatan disebabkan antara lain :
1. Kerusakan peralatan yang sudah cukup parah sehingga menyebabkan biaya perbaikan menjadi mahal.
2. Kerugian karena berhentinya sebagian atau keseluruhan kegiatan produksi.
3. Kerugian karena keterlambatan pengiriman barang kepada konsumen sehingga menyebabkan turunnya pendapatan perusahaan.
4. Perusahaan terpaksa harus membayar claim karena penyerahan yang tidak tepat.
5. Menimbulkan keengganan para pelanggan untuk kembali memesan keperusahaan karena dianggap tidak menepati janji.
Pada umumnya, biaya pemeliharaan itu dari tahun ke tahun selalu cenderung naik. Hal ii disebabkan 3 hal berikut :
· Selalu terdapat kenaikan yang ajeg pada kecepatan pengoperasian peralatan, ketepatan toleransi dan spesifikasi produk yang dibuat.
· Adanya kecenderungan untuk memasang alat control otomatis dan alat-alat pembantu lainnya, sebagai akibat dari perkembangan tehnologi.
· Peralatan baru biasanya lebih mahal karena adanya pengaruh perubahan harga dan perkembangan peralatan itu sendiri.
§ Pengawasan Kualitas dan Inspeksi
Masalah pengwasan kualitas dan inspeksi ini, tidak hanya menyankut tentang barangnya saja, akan tetapi menyangkut pula kebijakan kualitas sesuia dengan tuntutan pasar, kebutuhan investasi, kemampuan menghasilkan kembali (return of investment),persaingan dan sebagainya, kualitas dan disain tehnis, standard bahan baku,proses dan kemampuan kerja barang yang bersangkutan, serta sebagai inspeksi di bidang-bidang kualitas bahan yang dipakai, perasi yang digunakan dan daya kerja barang yang dibuatnya.
Terdapat 4 tahap dalam pengawasan kualitas, yaitu :
1. Penentuan kebijakan tentang penetapan kualitas sesuai dengan tuntutan pasar (konsumen).
2. Tahap penentuan disain tehnis untuk mencapai target tuntutan pasar.
3. Tahap pembuatan, beberapa pengawasan kualitas bahan yang dipakai dan operasi produksi, sebagai perwujudan pelaksanaan tahap 1 dan 2.
4. Tahap penggunaan di lapangan, dimana pemasangan akan berpengaruh kepada kualitas akhir dan pengefektifan jaminan kualitas serta daya kerja barang.
LOKASI DAN LAYOUT PABRIK
§ Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penentuan Lokasi Pabrik
Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan tempat untuk pabrik baru,yaitu :
· Dekat dengan pasar, misalnya pabrik roti basah
· Dekat dengan bahan baku, misalnya pabrik semen
· Ongkos transport, misalnya pabrik mobil
· Penyediaan tenaga kerja, misalnya pabrik rokok
· Penyediaan sumber tenaga/energy, misalnya pabrik peleburan aluminium
· Lingkungan sekitar, misalnya peternak babi
· Iklim, misalnya perkebunan the.
§ Cara Penentuan Lokasi Pabrik
Ada 2 macam menentukan lokasi pabrik, yakni :
1. Cara Kualitatif
Cara ini merupakan cara yang paling sederhana yaitu cukup mengadakan penilaian kualitatif terhadap faktor-faktor yang dianggap pemegang peranan pada setiap alternative lokasi. Hasil penilaian, biasanya dinyatakan didalam ukuran baik sekali, baik, sedang, kurang, kurang sekali.
2. Cara Kuantitatif
Ada dua cara kuantitatif, yakni :
- Cara yang sederhana, merupakan usaha mengkuantifikasi hasil analisis kualitatif yamg telah dilakukan, dengan cara memberikan SCORE (nilai) pada masing-masing criteria.
- Cara yang komplek, menggunakan rumus-rumus matematika dan menggunakan model tertentu, yang banyak digunakan dalam OPERATION RESEARCH.
§ Layout Fasilitas Produksi
Layout fasilitas produksi adalah pengaturan dan penempatan alat-alat, tenaga kerja, dan kegiatan-kegiatan di dalam produksi. Adapun tujuan pokok dari layout pabrik ini adalah :
· Untuk meminimumkan biaya pengangkutan dan penanganan.
· Untuk mempercepat dan melancarkan arus bahan-bahan.
· Untuk mendapatkan penggunaan ruang yang efisien baik bagi karyawan maupun untuk penyimpanan.
· Untuk melakukan pekerjaan yang efisien.
· Untuk memudahkan pengawasan pekerjaan bagi mandor.
sumber : DR. BASU SWASTHA DH., SE., MBA.
IBNU SUKOTJO W. SE.
IBNU SUKOTJO W. SE.
Minggu, 31 Oktober 2010
PEMASARAN
PENGERTIAN DAN KONSEP DASAR PEMASARAN
§ Pengertian Pemasaran
Pemasaran adalah system keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasayang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
§ Penciptaan Faedah Bagi Konsumen
Faedah (utility) adalah kekuatan dari suatu produk atau jasa untuk memuaskan kebutuhan. Dalam kegiatan pemasaran menciptakan kegiatan faedah, yaitu :
1. Faedah waktu, dapat diciptakan dengan menyediakan produk pada saat konsumen membutuhkan untuk membelinya.
2. Faedah tempat, merupakan faedah yang diciptakan dengan menyediakan produk tempat yang strategis apabila konsumen ingin membelinya.
3. Faedah milik, diciptakan dengan mempersiapkan pemindahan hak milik dari penjual kepada pembeli.
4. Faedah informasi, diciptakan dengan memberikan informasi tentang penawaran suatu produk kepada konsumen.
§ Konsep Pemasaran
Kosep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan social bagi kelangsungan hidup perusahaan.
§ Pendekatan Studi Pemasaran
Pemasaran dapat dipelajari dengan mengadakan berbagai macam pendekatan, yaitu :
- Pendekatan serba fungsi (functional approach)
- Pendekatan serba lembaga (institutional approach)
- Pendekatan serba barang (commodity approach)
- Pendekatan serba manajemen (managerial approach)
- Penekatan serba system (total system approach)
§ Pendekatan Serba Fungsi
Jumlah dan macam dari fungsin ini tergantung pada macam produk dan kebiasaan dalam perdagangan. Adapun fungsi pokok pemasaran adalah : (1) penjualan, (2) penjualan, (3) pengangkutan, (4) penyimpanan, (5) pembelanjaan, (6) penanggungan resiko, (7) standardisasi dan grading, dan (8) pengumpulan informasi dasar.
§ Pandekatan Serba Lembaga
Hal ini mempelajari pemasaran dari segi organisasi/lembaga-lembaga yang terlihat dalam kegiatan pemasaran. Lembaga tersebut adalah : (1) penyedia bahan /supplier, (2) produsen, (3) perantara pedagang, (4) perantara agen, (5) perusahaan saingan, dan (6) pembeli terakhir.
§ Pendekatan Serba Barang
Merupakan suatu pendekatan pada pemasaran yang melibatkan studi tentang bagaimana barang-barang tertentu berpindah dari titik produksi ke konsumen industry.
§ Pendekatan Serba Manajemen
Pendekatan serba manajemen mempelajari pemasaran dengan menitik-beratkan pada pendapat manajer serta keputusan yang mereka ambil.
§ Pendekatan Seraba System
Sumber pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran, barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberi pengaruh, dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.
STRUKTUR ORGANISASI PEMASARAN
Untuk mengatur kegiatan-kegiatan dengan baik, manajer harus menentukan komposisi struktur organisasinya. Struktur organisasi pemasaran bagi sebuah perusahaan tidak selalu sama dengan perusahaan lainnya, tergantung pada kondisi yang ada maupun tujuan yang akan dicapai.
PASAR
§ Pengertian Pasar
Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk membelanjakannya.
§ Macam-macam Pasar
Pada pokonya, pasar dapat dikelompokkan ke dalam empat golongan, yaitu :
1. Pasar konsumen
2. Pasar industry
3. Pasar penjualan
4. Pasar pemerintah
§ Segmentasi Pasar
Segmentsi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan (segmen pasar) yang bersifat homogeny.
§ Pengertian Marketing Mix
Marketing mix adalah kombinasi dari empat variable atau kegiatn yang merupakaninti dari system pemasaran perusahaan, yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan system distribusi.
§ Pengertian Barang
Barang/produk adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, pretise perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan atau pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.
§ Penggolongan Barang menurut Tingkat Pemakaian dan Kekongkritannya
Penggolongan ini menunjukan berapa kali sebuah barang dapat digunakan, apakah sekali, dua kali, atau beberapa kali, atau sekian banyak kali. Terdiri beberapa jenis menurut kongkrit-tidaknya pada suatu barang, yaitu :
- Barang tahan lama
- Barang tidak tahan lama
- Jasa
§ Penggolongan Barang menurut Tujuan Pemakaiannya oleh si Pemakai
Penggolongan barang menurut tujuan pemakaiannya oleh si pemakai ini banyak digunakan karena sangat praktis. Dalam hal ini, barang dapat digolongkan ke dalam dua golongan,yaitu :
- Barang konsumsi
- Barang industry
§ Siklus Kehidupan Barang (Product Life Cycle)
Siklus kehidupan barang merupakan siklus kehidupan/umur (life cycle) yang terdiri atas beberapa tahap sejak barang diperkenalkan sampai tidak lagi terapat dipasaran. Tahap-tahap siklus keidupan barang, yaitu : (1) tahap perkenalan, (2) tahap pertumbuhan, (3) tahap kedewasaan dan kejenuhan, serta (4) tahap kemunduran.
§ Merk
Merk/brand adalah suatu nama, istilah symbol, atau disain (rancangan), atau kombinasinya yang dimaksudkan untuk member tanda pengenal barang atau jasa dari seorang penjual atau dari sekelompok penjual dan untuk membedakan dari barang-barang yang dihasilkan oleh pesaing.
SALURAN PEMASARAN
§ Pengertian Saluran Distribusi
Saluran distribusi untuk suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sa,pai ke konsumen atau pemakaian industry.
§ Alternatif Saluran Distribusi untuk Barang Konsumsi dan Barang Industri
Beberapa saluran distribusi yang dapat digunakan untuk menyalurkan barang-barang yang ada, baik melalui perantara maupun tidak. Perantara adalah individu lembaga bisnis yang beroperasi di antara produsen dan konsumen atau pembeli industry. Adapun macam-macam perantara, yaitu : (1) pedagang besar, (2) pengecer, dan (3) agen.
§ Saluran Distribusi Ganda
Ada beberapa masalah yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan saluran distribusi. Factor-faktor tersebut antara lain :
1. Jenis barang yang dipasarkan
2. Produsen yang menghasilakan produknya
3. Penyalur yang bersedia ikut mengambil bagian
4. Pasar yang dituju
§ Perantara Saluran
Para perantara ini dapat dimasukan ke dalam saluran distribusibilamana dianggap dapat melaksanakan beberapa kegiatan secara lebih efisien daripada produsen.
§ Pedagang Besar
Pedagang Besar ini dapat digolongkan ke dalam :
1. Pedagang besar dengan fungsi penuh, yaitu pedagang yang melaksanakan seluruh fungsi pemasaran.
2. Pedagang besar dengan fungsi terbatas, yaitu pedagang besar yang hanya melaksanakan satu atau beberapa fungsi pemasaran.
§ Pengeceran
Dalam pemasaran, pengecer (retailer) mempunyai peranan yang penting karena berhubungan secara langsung dengan konsumen akhir.
Jenis-jenis pengecer :
a. General merchandise store
b. Single-line store
c. Specialty store
§ Agen
Agen merupakan perantara pedagang, baik pedagang besar maupun pengecer. Adapun jenis-jenis agen, yaitu :
- Agen penjualan
- Agen pembelian
- Agen pengangkutan
§ Jumlah Perantara dalam Saluran
Produsen mempunyai tiga alternative yang dapat ditempuhnya, yaitu :
1. Distribusi intensif, merupakan suatu strategi yang digunakan oleh perusahaan dengan menggunakan sebanyak mungkin penyalur untuk mencapai konsumen, agar kebutuhan mereka cepat terpenuhi.
2. Distribusi selektif, merupakan suatu strategi yang digunakan oleh perusahaan dengan menggunakan sejumlah pedagang besar dan/atau pengecer yang terbatas dalam daerah geografis tertentu.
3. Distribusi eksklusif, merupakan suatu strategi yang digunakan oleh perusahaan dengan hanya menggunakan satu pedagang besar atau pengecer di daerah pasar tertentu.
§ Distribusi Fisik
Distribusi fisik dipakai untuk menggambarkan luasnya kegiatan pemindahan suatu barang ke tempat tertentu pada saat tertentu. Masalah penting yang bterdapat dalam kegiatan distribusi fisik ini adalah :
- Pengangkutan
- Penyimpanan
PENENTUAN HARGA
§ Arti dan Pentingnya Harga
Harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang berserta pelayanannya.
§ Factor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Harga
Tingkat harga yang terpenuhi oleh beberapa factor, seperti : (1) kondisi perekonomian, (2) penawaran dan permintaan, (3) elastisitas permintaan, (4) persaingan, (5) biaya, (6)tujuan manajer, dan (7) pengawasan pemerintah.
§ Metode-metode Penetapan Harga
Ada dua pendekatan pokok dalam penentuan harga jual, yaitu :
- Pendekatan biaya (penetapan harga biaya plus, penetapan harga mark-up, dan penetapan harga breakeven)
- Pendekatan pasar atau persaingan
Ø Penetapan Harga Biaya Plus (Cost-Plus Pricing Method)
Dengan rumus : BIAYA TOTAL + MARJIN = HARGA JUAL
Ø Penetapan Harga Mark-Up (Mark-Up Pricing Method)
Dengan rumus : HARGA BELI + MARK UP = HARGA JUAL
Ø Penetapan Harga Break-even (Break-even Pricing)
Dengan rumus : BIAYA TOTAL = BIAYA TETAP + BIAYA VARIABEL
§ Politik Pentapan Harga
Penetapan harga bagi perusahaan yang besar sering melibatkan beberapa manajer seperti : manajer produk, manajer penjualan, dan manajer lain.
PROMOSI DAN PERIKLANAN
§ Promosi
Promosi merupakan salah satu variable marketing mix yang digunakan oleh perusahaan untuk mengadakan komunikasi dengan pasarnya. Beberapa kegiatan yang ada ddalam promosi ini pada umunya ada empat, yaitu :
- Periklanan
- Personal selling
- Promosi penjualan
- Publisitas dan hubungan masyarakat
§ Periklanan
Periklanan adalah komunikasi non-individu, dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non-laba, serta individu-individu.
PERSONAL SELLING, PROMOSI PENJUALAN, DAN PUBLISITAS
§ Personal Selling
Personal selling adalah interaksi antar individu, saling bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai, atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain.
§ Personal Penjualan
Dalam promosi penjualan ini perusahaan menggunakan alat-alat seperti : peragaan, pameran, demonstrasi, hadiah, contoh barang, dan sebagainya. Jadi, kegiatan tersebut dapat digunakan untuk mendukung kegiatan promosi yang lain.
§ Publisitas
Publisitas merupakan salah satu kegiatan promosi yang dilakukan melalui suatu media.
sumber : DR. BASU SWASTHA DH., SE., MBA.
IBNU SUKOTJO W. SE.
sumber : DR. BASU SWASTHA DH., SE., MBA.
IBNU SUKOTJO W. SE.
Langganan:
Postingan (Atom)